Fenomena COVID 19 saat ini memang seperti menjadi boomerang untuk banyak
negara termasuk Indonesia. COVID 19 atau pandemi menyerang berbagai sektor
negara mulai dari kesehatan sampai ekonomi. Begitu dahsyatnya pandemi sehingga
berdampak sampai melemahnya perekonomian sehingga harga komoditas turun dan
kegiatan ekspor terganggu, pandemi juga menimbulkan ketidakpastian yang
berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah, dan yang paling kelihatan
adalah PHK dimana-mana.
Dikutip dari artikel
berita Anak Muda Paling Banyak Kena PHK Saat Pandemi, "Pekerja yang sudah
bekerja di industri di Indonesia yang terkena dampaknya sekitar 54%, atau
secara spesifik, yang diberhentikan permanen 35% dan dirumahkan sementara 19%.”
Dan yang lebih mengejutkan, sebagian besar mereka yang di PHK adalah mereka
yang sedang berada di masa produktif yaitu usia 18-24. Yang dimana seharusnya,
usia tersebut dibutuhkan oleh perusahaan karena mereka yang “fresh graduate”
biasanya masih murni jika diibaratkan seperti air bening yang belum tercampur
apa-apa. Rasa keingin tahuan, semangat belajar dan bekerja nya juga masih di
tahap yang tinggi (produktif). Serta, kemahiran mereka dalam menggunakan
teknologi juga kalah jauh dengan orang-orang yang berumur di atas mereka.
Solusi dan saran yang
sebaiknya di terapkan agar persentase anak muda yang di PHK menurun adalah
dengan selalu mengupgrade skill terutama soft skill yang mereka punya. Pada
zaman ini, khususnya industri 4.0 dan dalam keadaan pandemi juga, memiliki hard
skill saja tidak lah cukup. Perlu juga soft skill untuk melengkapi skill yang
dimiliki. Contoh soft skill yang anak muda zaman sekarang perlu miliki adalah
yang pertama adaptive (mudah beradaptasi), dengan skill ini mereka akan lebih
mudah berteman dengan lingkungan pekerjaannya dalam situasi apapun. Kedua
adalah, critical thinking. Critical thinking sedang marak dibicarakan
akhir-akhir ini, critical thinking membantu kita untuk selalu berpikir kritis
dalam menerima dan mengolah informasi yang ada. Ketiga, system thinking. Dengan
skill system thinking, otak akan diasah untuk selalu berpikir secara sistem,
secara runtut. Dengan begitu kita dilatih untuk selalu menganalisis setiap
permasalahan dengan pandangan yang terbuka dan luas. Terakhir adalah emotional
inteligence, memiliki IQ yang tinggi juga tidaklah cukup, perlu juga untuk
memiliki EQ, karena dengan skill ini kita dapat mengelola dan mengontrol emosi
pada diri kita dan lingkungan sekitar.
Ketika sudah mengasah
soft skill, hard skill pun jangan lupa untuk diasah. Sering-sering mengikuti
kegiatan workshop, pelatihan, atau sertifikasi untuk terus mengembangkan
kemampuan yang kamu miliki!



Komentar
Posting Komentar